DPC Demokrat Aceh Singkil Copot Razaliardi Manik Sebagai Plt Bakomstra
Aceh Singkil, GAKORPAN.COM – Pemilihan Kepala Daerah secara serentak sudah diambang pintu. Di Aceh Singkil suhu politik juga semakin memanas, terutama dalam memperebutkan partai politik pendukung kandidat bupati dan wakil bupati.
Partai Demokrat Aceh Singkil misalnya. Partai yang dinakhodai Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ini jauh-jauh hari telah memberikan dukungan penuh kepada Safriadi alias Oyon. Meski demikian sebahagian akar rumput partai ini tidak sependapat, bahkan salah satu pengurus partai Demokrat yang menjabat Plt Badan Koordinasi dan Strategi (Bakomstra) DPC Demokrat Aceh Singkil Razaliardi Manik menentangnya.
Dalam perjalanannya, hubungan Ketua DPC Demokrat Aceh Singkil, Fairuz Akhyar dan Razaliardi Manik tampak semakin renggang, terlebih lagi ketika Razaliardi dengan tegas memberikan dukungan politiknya kepada Dulmusrid yang berpasangan dengan Alhidayat Bancin.
Sebagai bentuk konsistennya dalam menentukan hak politik pribadinya, Razaliardi Manik lantas mendeklarasikan pembentukan Tim Sayap Pemenangan dengan nama “BeDa” singkatan dari Bengkek-Dayat, nama panggilan sehari-hari Dulmusrid dan Alhidayat.
Bukan itu saja, Dia juga mencetuskan slogan empat kata “Kali Ini BeDa Bung !! Selogan tersebut sebagai pesan kepada masyarakat bahwa kepemimpinan Dulmusrid-Alhidayat nantinya akan berbeda dengan sebelumnya.
Pembangkangan yang dilakukan mantan Wartawan Harian Angkatan Bersenjata ini tentu saja membuat Ketua DPC Partai Demokrat Aceh Singkil Fairuz Akhyar gerah sehingga membuat hubungan mereka panas-panas dingin. Fairuz yang juga terpilih sebagai anggota DPRK dalam Pemilu 2024 itu akhirnya mengambil sikap tegas. Razaliardi Manik-pun di copot dari jabatannya selaku Plt Bakomstra partai Demokrat.
Mantan Plt Bakomstra DPC Demokrat Aceh Singkil Razaliardi Manik ketika dihubungi awak media ini Rabu (21/08/2024) membenarkan pencopotannya dari jabatan Plt Bakomstra tersebut. Menurutnya pencopotan itu merupakan konsekwensi dari sebuah sikap politik yang harus Dia terima.
“Ini adalah merupakan konsekwensi dari sebuah sikap politik saya yang tidak tegak lurus dengan perintah partai. Saya tau bahwa setiap kader partai harus patuh dan wajib tegak lurus dengan perintah partai,” katanya singkat, seraya menambahkan bahwa seharusnya partai juga mendengarkan aspirasi kader dan suara arus bawah sebelum menentukan sikap politik, khususnya sikap politik dalam pilkada,” tuturnya
Semtera itu Ketua Partai Demokrat Aceh Singkil, Fairuz Akhyar ketika dikonfirmasi awak media ini mengenai pencopotan Razaliardi Manik dari jabatan Plt Bakomstra Partai Demokrat Aceh Singkil tersebut belum memberikan tanggapan. Demikian juga Sekretaris DPC Demokrat Aceh Singkil, Rahmad Hidayat Munandar ketika diajukan beberapa pertanyaan mengenai pencopotan Razaliardi, hingga berita ini ditayangkan juga belum meberikan tanggapan. (Mnk)